What’s on 2017

“K, bye!” (source: clipart-library.com)

2017 saya berlalu begitu cepat. Mostly karena saya sempat sakit dan unplugged dari kehidupan. But here are some moments yang unforgettable di 2017. Let’s check this out:

  1. Randomly jalan-jalan ke TNGGP sendirian. Niatnya mau ke air terjun, turned out nyampenya kesorean. Ended nongkrong-nongkrong di basecamp relawan Montana yang letaknya pas di belakang resort Cibodas. Numpang makan sayur asem, ikan asin, plus sambal gratis. Masih ditambah kopi hitam yang enak sekali. Belum lagi kenalan sama kawan-kawan baru yang kapan-kapan bisa dikunjungi lagi. Hihihi;
  2. Operasi dengan bius total pertama. My wisdom teeth was impacted. All of them. Setelah bertahan sejak 2011, akhirnya saya memutuskan untuk mencabut semuanya sekaligus. Supaya ga perlu mengalami pemulihan berkali-kali. Rasanya? Superb! Hahaha. Belum lagi pemulihan pasca operasi yang lebih kreji. Setelah operasi seluruh mulut saya luka dan sariawan. Gak bisa makan apapun. Enak sih bisa diet. Tapi gak tahan lapar 😦
  3. Memutuskan untuk kembali memainkan game yang sudah saya tinggalkan beberapa tahun, just to found some of my friends are still around. Selain itu bertemu beberapa kawan baru yang menyenangkan. Cool!
  4. Target membaca di tahun 2017 adalah 55 buku. Turned out membaca lebih dari itu sebab targetnya mampu dipenuhi dengan lebih cepat. Berkenalan sama Abah Terry Pratchett, Gabriel Garcia Marquez, Mary Roach, Kurt Vonnegut, dan sederetan nama lainnya. Senang!
  5. Di tahun 2017 saya belajar untuk lebih mencintai diri sendiri. Menemukan bahwa “I’m my own soulmate”. After all of the trouble I’ve been thru, I decided to love myself more than anyone else because I’m the one who could love myself properly and I’m the one who will never leave;
  6. Oh iya saya juga menemukan sistem seleksi alam tidak cuma terjadi di organisasi. Semakin tua saya semakin don’t give a fudge about social life. I mean, build so many networks or friendship or apapun lah you name it sudah tidak begitu penting lagi saat ini. Sebab pada akhirnya ada orang yang tanpa kamu jelaskan apapun soal dirimu akan mengerti dan tetap menjadi temanmu, tapi ada juga yang yah easily judge and easily go. Jangan sedih, itu hal yang biasa kok;
  7. Masih di tahun 2017 juga saya belajar untuk kembali mencintai manusia. Azek! After all that self-love contemplation, saya merasa siap untuk finally build a relationship with a guy. Bukan hanya karena saya merasa cukup wise untuk tidak membiarkan toxic people and relationship, tapi juga karena Tuhan kebetulan mempertemukan saya dengan orang baik yang (saya percaya) mau bersama-sama saling mengimbangi satu sama lain;
  8. First time traveling with boyfie!!! Jalan-jalan ke Bandung. Literally jalan-jalan pakai kaki putar-putar sekitar kota Bandung. Satu-satunya tempat wisata yang dikunjungi adalah Museum Geologi. Lihat fosil nenek moyangnya Salmon daaaaaaaaaaan makan Cuanki Serayu setelahnya. Uh bahagiaaaa. Enyak sekali! Yang paling bikin seru adalah mencari Lekker Story jauh-jauh cuma untuk menemukan bahwa mereka tutup. Eh Bapak tukang parkir disitu cerita bahwa mereka memang jualannya begitu, sesukanya aja kalau tutup sampai dikomplain sama Go-Jek. Wkwkwk.
  9. Pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di Sumatera Barat ada di tahun ini. Luar biasa! SAYA-JATUH-CINTA. Beautiful scenery, great foods, I love it! Berkunjung ke Bukittinggi, melihat Ngarai Sianok, makan sate padang kuah kuning, makan nasi (padang) banyak-banyak, makan mie rebus di pinggir Danau Singkarak. Superb! Oia, sempat ke salah satu tempat ngopi yang hits di Bukittingi. Keren abisssss!!! Sayangnya, pas saya kesana mereka sudah hampir close order dan sudah gak ada stok makanan. So sad. Definitely will come back to this place one day;
  10. Dapat kesempatan menghabiskan waktu 8 hari 7 malam di Yogya. Bisa ketemu pacar hampir tiap hari, makan-makanan yang menemani di masa-masa kuliah dulu. Menyadari Yogya sekarang makin ramai, makin metropolis, dimana-mana macet. Huft! Tapi gimana ya, susah untuk benci sama Yogya yang selalu teristimewa. Terbaik adalah saat berkunjung ke Mangunan. Fyi, saya belum pernah kesana selama 4 tahunan di Yogya. Di perjalanan nemu tukang Cimol + Kentang Goreng dan Onde-onde + Molen yang Masha Allah enak sekali! Lebay wkwkwk. But seriously, it’s even more delicious than Cimol alun-alun. Aaaaa finally found my long lost love. Delish!
  11. Oh iya, finally timbangan mencapai 53 kg setelah selama beberapa tahun terakhir konsisten bertahan di angka 48-50. Bahkan pernah ada di angka 46 wkwkwk. What’s the secret? Eat like crazy and don’t forget to laugh often, peeps!

      Yah sebenarnya selain hal-hal yang menyenangkan di 2017 ada juga hal-hal yang kurang menyenangkan. Misal, skip outing kantor ke Karimunjawa, friends turned to enemies, mantan yang masih ganggu-ganggu (ewwww), orang aneh yang hack-hackan socmed. Duh! Bahkan mungkin hal-hal yang kurang menyenangkan malah mendominasi di 2017 cuz as far as I know my 25 was full of mess. Wkwkwk. Tapi yang gitu-gitu biar di-keep sendiri aja kali yhaa. Yang positif-positif aja yang dishare. Xixixi.

      Akhir kata, overall 2017 saya was not good. Tapi saya menutupnya dengan sempurna. So, bye 2017! Saya gak mau bilang 2018 please be good, sebab I know it won’t happen. Not in hundred years. Wkwkwk. Salam,

      Advertisements

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

      w

      Connecting to %s