Hai, Pria! 😊

“Pria-ku, saat gendut maupun kurus. Saat tertidur atau terbangun.” (Source: Nyolong di twitter Pria tanpa izin. Sekian)

Akhirnya 10 Desember (lagi) ya? Sudah berapa 10 Desember kau lewati sejak pertama kali kau mengenal dunia? Pastinya, ini 10 Desember-mu yang pertama bersama aku.

Pria, sejak pertama kita berkenalan aku melihatmu sebagai sesosok lelaki yang gak neko-neko walau kucing kesayanganmu bernama Neko. Baguslah, sudah bosan aku dengan segala keneko-nekoan. Kuharap hidup juga gak akan neko-neko terhadapmu, sebagaimana kau gak neko-neko menjalani hidup.

Pria, mereka bilang quarter-life-crisis is sucks. Trust me, it is. Wkwkwk. As I’ve been thru dat phase earlier, u’ve got to trust me. 25 tahun itu, masa-masanya berlari. Semua orang berlari, berlomba, takut tertinggal. Tapi percayalah, semua orang punya masa-nya masing-masing. Don’t be so hard to urself while u’re running in ur own timing. Kau tahu? Aku akan dengan senang hati menyemangati-mu untuk terus berlari seperti banner teh Javana yang fotonya merupakan salah satu dari 5 foto di Instagram-mu. Walau yah, fotoku gak ada di Instagram-mu sepertinya.

Pria, sebagian besar 25-ku kujalani dengan kacau. Namun, ia kututup dengan gembira. Kenapa? Sebab kau ada disana. Yah setidaknya tidak kacau-kacau amat lah jadinya. Terima kasih, yah! Nah, di opening ceremony 25-mu ini kuharap kamu mengawali, menjalani, dan menutupnya dengan gembira. Yang kacau biar cukup 25-ku saja.

Pria, banyak-banyak lah kau tertawa dengan 25. Berkawan baiklah dengannya. Aku yakin tawamu sama menghipnotisnya bagi dia, sebagaimana tawamu menghipnotisku. Oh iya, tawamu menular, tahu! Makanya banyak tertawa supaya 25-mu juga penuh dengan tawa. Kan enak kalau tertawa terus. Asal jangan tertawa tanpa sebab, itu artinya kau gila.

Pria, aku tahu hidup kadang gak lurus-lurus amat. Hari ini kita diajak tertawa terbahak, besok diajak menangis menggerung. Yah sekuat apapun aku berharap 25-mu semuanya tawa, mana bisa kita prediksi hidup akan se-kooperatif itu. Tapi yakinlah saat kau menangis karena hidup, ingin sekali kuhajar dia sampai babak belur. Sayangnya, hidup sudah menghajarku sampai babak belur duluan sehingga aku tahu mustahil membuatnya babak belur. Ya makanya, aku cuma bisa memberi kau tisu yang dibeli di Alfamart Jalan Asia Afrika. Oh dan satu dua peluk plus jajanan aci telur kesukaanmu tentunya.

Pria, akhir kata selamat memulai 25. Semoga bahagiamu bahagiaku. Semoga aku bahagiamu. Semoga bahagia bahagiamu. Kata Pak SDD yang fana adalah waktu, kita abadi. Namun kuharap waktu kita abadi, tidak habis di 25-mu atau berhenti di 26-ku. Is that too much to ask? 

Dengan cinta dan sayang,

P.S: Ewwww… Aku gak alay. Mengerikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s