Hi! Thanks for Existing

“I am lucky that someone like you exist in this universe (and ofc in my fucked up little life).” (Source: Discover Magazine)

Hai, kamu! I know I’ve been so difficult lately. I made you unhappy and erased your smile several times. I bet it’s something you never imagined before. Sadly, I might be did that consciously. I knew it will cause trouble for us tapi tetap saja aku lakukan. What an egoistic creature I am.

Bagai buku, kamu terdiri dari banyak lembaran yang harusnya kubuka pelan-pelan. Kususuri halaman demi halaman dan kuresapi dalam-dalam. Menikmati prosesnya yang penuh tanda tanya, “Bagaimanakah akhirnya nanti?” Oleh karena itu, secepat apapun aku membaca mana pernah aku langsung membuka halaman terakhir atau mengecek spoiler di Goodreads karena penasaran. Kamu bahkan lebih berharga dibanding buku-buku favoritku itu, then why did I do something that I won’t ever do to my books, to you? Maaf.

Bagiku kamu itu rumah tempat aku pulang. Tempat aku beristirahat saat lelah. Tempat aku tertawa saat bahagia. Tempat aku bersenang-senang dan menghabiskan energi. Yang terpenting, tempat yang paling aku rindukan saat jauh dan paling nyaman saat dekat. Aku juga ingin menjadi rumah ternyaman bagi kamu, bukan menjadi yang kamu hindari dan jauhi.

Kemarin aku memesan affogato di salah satu coffee shop favoritku. Lalu aku berpikir, bagaimana bisa ada orang yang membenci kopi dan tidak menyukai es krim? Padahal bagiku keduanya adalah the best inventions in human history. Aku suka keduanya karena enak, baik saat dinikmati bersama atau tidak. Di cuaca dingin atau panas. Tapi aku yakin kalau aku menyukaimu lebih dari itu. Sebab aku menyukaimu bukan karena melainkan walaupun. Walaupun kamu menyebalkan, sangat menyebalkan. 

Kamu itu spesial. Lebih spesial dari martabak nutella keju favoritku, yang potongan terakhirnya adalah bagian terenak menurutku. Tiap kali potongan terakhir sudah kutelan, rasanya bagaikan ada sesuatu yang hilang dari hidupku. Sedih. Jika sesedih itu aku saat gigitan terakhir habis, maka sudah pasti aku akan jauh lebih sedih lagi saat ‘potongan terakhir’-mu lenyap. Maka dari itu, jangan!

Kamu ingat saat aku memberikan pertanyaan based on meme yang aku dapatkan di Instagram? Diantara pil biru yang akan membawamu straight to the future or pil merah yang justru membalikkan waktumu ke masa lalu, kamu memilih pil merah. Sementara saat kamu bertanya padaku, kukatakan bahwa aku tidak akan memilih satu pun, karena pilihan manapun will lead me to lose you. Hahaha. So may I ask you to never ever choose any pill? Cuz I really can’t bear to lose you.

Aku pernah bilang, aku tidak bisa menjanjikan bahwa perasaanku akan selalu sama. Baik dari sisi kadar maupun kualitas. Kali ini kutambahkan sedikit, aku juga tidak bisa menjanjikan bahwa hubungan kita akan selalu lancar. Yah, bahkan di Yogya saja sekarang susah kan menemukan jalan yang lancar? Tapi seperti kamu yang willing to try aku juga willing to try my best. 

I am willing to try my best to make you happy. I am willing to try my best to make you smile. And the most important, I am willing to try my best to keep this relationship as the safest place for us. In that case, if I ever make you unhappy and frown (again), I am also willing to try my best to put everything back to places. To make everything’s right. To be what i supposed to be, the best one for you. Because YOU ARE THE BEST ONE FOR ME. Thanks for existing in my life, man!

Love,


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s