Entah sementara atau selamanya…

“Hold it, don’t let me go…” (Source: Pinterest)

*I dedicate this post to D.H, a guy which came to my life and makes it a lot brighter. Thanks for all the smile you’ve made, Bhabie 🙂

Sudah lama pagi begitu kelam. Malam begitu muram. Kosong. Begitu kurasakan saat membuka dan menutup mata.

Kucoret setiap tanggal di kalendar dengan gemas, seakan berupaya menyadarkan diri bahwa sudah waktunya aku berjalan lagi. Tapi apa? Nihil.

Sudah banyak malam kulalui dengan membaca tanpa henti. Hingga matahari tampak di sela-sela ventilasi. Bahkan aku tidak ingat sudah berapa pagi kulalui dengan penuh kerisauan yang ku tak yakin tentang apa.

Lalu kamu datang menawarkan entah apa. Teman? Ujarmu dulu kala. Yang kusambut dengan tangan terbuka. One extra friend wouldn’t hurt, pikirku.

Entah sejak kapan aku mulai sibuk mencarimu saat kehadiranmu tak tertangkap oleh indera. Lalu tersenyum lega saat pesanmu singgah di ponselku. Ajaib. Satu pesan singkat darimu cukup untuk membuatku tersenyum sepanjang hari. Kau ini makhluk apa?

Ketika aku dan kamu akhirnya menjadi kita, aku masih dipenuhi keheranan mengapa semua terasa mudah. Mengenalmu, menyukaimu, bahkan memutuskan mencoba bersamamu terlepas dari segala pasang surut dan maju mundurnya terasa begitu casual.

Jika aku bisa memilih ending, tentu akan kupilih saat ini menjadi penutup. Seperti putri-putri dalam dongeng, and they live happily ever after (?). Tapi aku tahu sayang, hidup tidak sesempurna itu.

Jujur, ketakutanku akan hal yang nampak indah dan baik masih ada. Sisi pesimisku terus berkata, “Ah, semua memang selalu nampak indah pada awalnya. Tunggu saja, nanti juga hancur.

Tapi, bolehkah aku bersandar dan melupakan semua yang seharusnya dilupakan sejak beberapa purnama lalu? 

Entah sementara atau selamanya.

Kuharap sih selamanya…

Advertisements

Kejutan!

“Who needs alarm when the life is already effective for ur wake up call?” (Source: SolelyDevoted.net)

Saya tahu hidup selalu penuh dengan kejutan yang menanti di setiap sudut jalan. Jika kamu pikir kejutan selalu menyenangkan, cobalah rasakan kehilangan yang tiba-tiba menghantam. Surprise!

Tapi jangan pula berpikir kehilangan selalu berarti akhir dari segalanya. Justru kadang kehilangan itulah yang menjadi awalan bagi kejutan lain yang (bisa jadi) menyenangkan.

Kata-kata people come and go mungkin terdengar cliche. Namun percayalah memang begitu adanya. Kamu kehilangan, kamu menangis, lalu beberapa waktu setelahnya kamu tertawa. Bisa sebulan, setahun, 1 dasawarsa, 1 abad (?). Kamu tertawa karena setelah malam-malam penuh air mata kamu menemukan sesuatu yang lebih baik. Been there, done that 🙂

Beberapa hari ini saya tertawa (sedikit) lebih banyak dari kemarin-kemarin. Bisa jadi ini pun akan hilang dalam sekejap mata, sama seperti sebelumnya. Tapi, bolehkah saya berharap kejutan kali ini tidak diakhiri dengan segalon air mata?

Jika pun harus berakhir dengan air mata, satu botol saja cukup lah.

Senja seharusnya…

“Your hands were perfectly made for mine :)” (Source: raparapa.com)

Memang senja seharusnya begini, sayang.

Menikmati es krim favoritku sambil mendengar tawamu yang riang.

Memang senja seharusnya begini, sayang.

Melihat matamu berbinar saat menceritakan hal menarik yang terjadi pagi tadi.

Memang senja seharusnya begini, sayang.

Menggenggam tanganmu seiring cantiknya matahari terbenam.

Memang senja seharusnya begini, sayang…