Dalam doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”


Advertisements

Just unfollow, please!

“Fkin socmed phenomenon.” Source: wheelie good guys

Kadang suka bingung when someone says, “Ih ngapain sih lo post mulu. Tiap gue buka home pasti ada post lo.”

Hellaw my dear friend! I never begging you to follow me. You should know it better. To follow is your right, to post is mine. But then if you find my feed are extremely annoying to the level that you feel ‘omg-lolagi-lolagi’ just unfollow, please! Really i will never question you ‘why-you-have-to-unfoll-me’ then sulking all day long. We’re adult, don’t make a little unimportant thing looks big. Will you?

Salam,