Tik Tok Tik Tok

“Tik tok tik tok” (sumber: Pinterest)

Tik tok tik tok.

Suara detik jam itu menemaniku malam ini. Oh tidak, lebih tepatnya menggangguku yang tengah berkontemplasi dengan bayanganmu.

Tik tok tik tok.

Suara itu lagi. Apakah dia tidak tahu bahwa itu mengganggu?

Tidak bisakah aku hanya berdua dengan bayanganmu di kepalaku. Berdansa. Tertawa.

Tik tok tik tok.

Sial! Suara itu kembali membuyarkan imajinasiku.

Semakin sulit bagiku menggambarkan dirimu. Jangankan senyummu, wajahmu saja sudah tak tergambar di kepalaku.

Sudah berapa lama? 1 bulan, 2 bulan? Rasanya belum lama. Mengapa menyiksa bagai 1 dekade. De-ka-de. 10 tahun.

Aku rindu.

Tik tok tik tok.

Suara detik jam itu semakin melambat. Detak jantungku sebaliknya. Berdegup semakin cepat.

Apa kabarmu?

Aku resah.

Tik tok tik tok.

Tetiba terdengar suara Gajah. Telepon genggamku berbunyi. Kamu.

“Hai!” sapamu.

“Halo!”

“Apa kabar?”

“Baik. Kamu?”

“Aku juga baik.”

Tik tok tik tok.

Hening.

Aku rindu.

“Bagaimana dengan kekasihmu?” ucap bibirku.

“Baik. Dia rindu kamu. Pesannya kapan kita bisa bertemu?”

Kamu tidak rindu? Aku mau bertemu tapi cuma sama kamu.

“Boleh! Nanti jadwalkan ya. Pekan ini aku agak sibuk. Mungkin pekan depan,” jawabku.

Thanks sudah selalu mengimbangi dia dan menjadi teman baik kami ya!”

Teman baik. Pahit. Tapi aku tertawa.

No problem, mate!

Dalam diam hatiku masih penuh karenamu.

*Jakarta, 11 Februari 2017. Diselesaikan pukul 00.58

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s