“What’s in your head?” (source: hippoquotes.com)

 Di usia yang baru saja memasuki angka 25 ini walau saya belum menikah dan belum juga berencana, namun sejak kuliah saya sudah merencanakan nama anak-anak saya kelak. Actually sejarah cita-cita penamaan anak saya sudah melewati cukup banyak fase. Ever since I was a student in elementary school bahkan. Wow! Saya bahkan sudah tidak ingat nama-nama tersebut. Hahaha. Biasanya saya ter-influence dengan film or apapun yang sedang hits saat itu.

Shakespeare pernah bilang, “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” Damn right Shake tapi saya kurang sepakat. Bagi saya nama adalah doa dan doa adalah harapan. Itu juga mungkin yang jadi alasan banyak parents wannabe sibuk searching nama calon anak lewat daring or buku nama-nama anak. Bahkan di toko buku saja buku (or should I say catalogue?) tersebut lumayan pricey.

Saya suka alam, terutama gunung, pegunungan, apapun yang memiliki altitude, you name it! Nah, karena alasan itulah nuansa alam dan pegunungan sangat kental di 3 (tiga) nama pilihan saya. Selain itu, saya ingin kelak anak-anak saya memiliki nama yang bernuansa Indonesia or Nusantara sekali. Oleh karena itu saya menghindari penggunaan nama asing yang marak sekali digunakan untuk millenials dan anak-anaknya di Indonesia. Alasannya sederhana saja, in case suatu hari nanti anak saya jadi “orang” melanglang buana dan mengglobal dia akan tetap diingat dan mudah dikenali sebagai orang Indonesia (nasionalis mode: on).

Nah sebagaimana yang saya kemukakan tadi, saat ini saya sudah memiliki 3 nama untuk my future sons and daughter, yakni: Matahari Denali, Annapurna Mahabiru, dan Aruna Mahameru. Nama-nama tersebut adalah hasil kontemplasi yang cukup panjang dan saya rasa memenuhi kriteria yang saya inginkan, yakni mengandung unsur alam dan Indonesia/Nusantara. Beberapa kawan saya sempat berkomentar soal penggunaan kata “Maha.” Menurut mereka, kata tersebut hanya pantas disandang oleh Tuhan sehingga beresiko membuat anak memiliki ego yang besar. Bagi saya tidak masalah karena nama adalah doa dan nama-nama tersebut memiliki filosofi yang baik.

Nama pertama, Matahari Denali. Matahari merupakan sumber energi, pusat tata surya di Galaksi Bimasakti, dan dengan demikian menjadi sumber kehidupan. Kenapa merkurius tidak bisa ditinggali? Karena terlalu dekat dengan matahari menyebabkan rentang temperaturnya sangat ekstrim antara -180 derajat celcius di malam hari dan mencapai 400 derajat celcius di siang hari. Kenapa neptunus tidak bisa ditinggali? Karena terlalu jauh dengan matahari sehingga neptunus menjadi planet terdingin dengan rerata temperatur -224 derajat celcius. Sementara bumi ada di jarak yang pas dengan matahari, temperatur terendah dan tertingginya masih bisa ditolerir walaupun sering dikeluhkan manusia. Sementara itu Denali adalah gunung tertinggi di Amerika Utara sehingga dikenal sebagai salah satu dari 7 summits di dunia. Denali adalah sebuah kata Athabascan yang berarti The High One. Denali dikenal sangat dingin. Namun lucunya, di malam hari temperaturnya ada di angka – 40 derajat baik dalam satuan celcius maupun fahrenheit. Berdasarkan hal itu saya beranggapan bahwa Denali adalah perlambang keseimbangan. Balance.Matahari sangat panas, sementara Denali sangat dingin. Saya berharap kelak Matahari Denali menjadi seseorang yang bermanfaat, dapat menghangatkan, tapi juga mampu mendinginkan. Seseorang yang “balance” dalam menjalani kehidupan, baik sebagai ciptaan Tuhan, individu, dan bagian dari keluarga, society, maupun ekosistem.

Nama kedua, Annapurna Mahabiru. Annapurna merupakan rangkaian pegunungan di Nepal. Nepal sendiri adalah tempat yang ingin sekali saya kunjungi. Apalagi setelah membaca novel With or Without You. Lol. Dalam bahasa sansekerta Annapurna berarti the giver of food and nourishment. Dalam budaya Hindu, Annapurna adalah seorang dewi kesuburan yang memberikan berkah berupa makanan kepada seluruh manusia. Mungkin kalau di Indonesia Dewi Sri kali ya? Makanan merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Saking vital dan mendasarnya bagi hidup manusia, seseorang bisa saja membunuh untuk makan. Mengerikan. Sementara Mahabiru adalah nama dari Puncak Rinjani. Keindahan dan kecantikannya menarik perhatian banyak orang yang mengaku mencintai alam. Disebut Mahabiru karena (katanya) saat kamu sampai puncak, kamu akan bisa melihat dua hal berwarna biru. Satu adalah langit, dan dua adalah Danau Segara Anak. Kenapa kok katanya? Lha wong saya belum pernah kesana e. Udah sering lihat gambarnya, tapi menangkap langsung dengan lensa mata kepala sendiri belum pernah haha. Nah, dua kata tadi saya sandingkan dan kelak akan saya lekatkan kepada anak perempuan saya dengan harapan dia kelak tidak hanya menjadi seorang anak yang cantik fisiknya, tapi juga cantik hatinya. Semoga dia kelak berbahagia dengan memberi manfaat dan kebahagiaan bagi orang-orang di sekelilingnya.

Ketiga dan terakhir, Aruna Mahameru. Aruna adalah bahasa sansekerta dari merah. Kenapa merah? Karena saya suka merah. Saya suka warna merah, saya suka semburat merah di langit pagi dan senja, saya suka buah arbei hutan berwarna merah, jilbab dan rucksack favorit saya berwarna merah, pokoknya saya suka merah. Titik. Sementara Mahameru adalah puncak dari Gunung Semeru. Semeru sendiri adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Katanya sih itu adalah puncaknya para dewa, paku tanah Jawa, etc etc etc. Nama ini kelak akan saya berikan kepada anak laki-laki saya dengan harapan dia dapat menjadi seorang anak yang berani (kan katanya merah artinya berani), tegar dan kokoh seperti gunung, namun mampu menjadi ekosistem dan pendukung bagi kehidupan di sekitarnya. Sama seperti Semeru yang menghidupi satwa dan masyarakat di kaki-kaki gunungnya πŸ™‚

Akhir kata, sebelum kesampaian memberikan nama-nama tersebut kayaknya harus memperbanyak doa supaya bisa segera dipertemukan dengan dia yang kusebut dalam doa ataupun dia yang menyebutku dalam doa. Azek azek joss! Wkwk.

*Diselesaikan di Jakarta pada 18 November 2016 setelah mengendap selama sebulan di draft post WordPress.

Salam,

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s